Kamis, 25 Desember 2014

Tuhan Izinkan Aku Pacaran

nemu postingan ini di facebook 'akang-akang' yg subhanallah cakep xixi dan alhamdulillah sholeh O:) cuma buat sharing aja dan saling mengingatkam dalam kebaikan :) cekidot »


Cinta itu bukan hanya memikirkan yg dicintai,bukan hanya kemarin dan kini tapi nanti.
Mari kita berbicara tentang masa depan agar hari esok yang di jelang bukan suatu kesengsaraan,ada hal yang jelas perlu dipersiapkan,mana hal yang boleh di lakukan,dan mana yang harus dihindarkan.
Bila engkau lelaki engkau harus tau saat melangkah,bila engkau perempuan seharusnya tau bagaimana bertingkah.
Kita bicara masa depan karena ia tak semudah yang di perkirakan pemuda pemuda yang lalai.
Juga tidak sesulit yang di ceritakan perempuan yang bercerai.
Setiap muslimah tentu saja menginginkan lelaki yang bertanggung jawab,yang menghargai kelebihan kebaikan nya,dan yang memaafkan kealfaan kekurangan nya.
Muslimah mana yang tidak ingin berbudi pekerti,baik hati,tinggi iman dan lurus amal.
Muslimah selalu menanti lelaki elok ahlak padan rasa,yang memiliki kelembutan dengan anaknya,dengan istri nya ia mesra.
Muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka,dan membimbingnya jauh dari neraka,dan membingnya menuju surga allah.
Lelaki mana yang tidak suka dengan wanita yang cerdik cendikia lagi berparas menawan, yang lisannya seanggun geraknya, lelaki yang baik pasti menyukai wanita yang baik lagi santun, pintar membahagiakan suami dengan masakan dan perhatian, tidak tamak harta dan selalu menjaga kehormatan.
Lelaki mana yang tidak memimpikan yang mendukung nya dalam kebaikan, dan mengeluarkan kebaikannya, dirindukan bila ditinggal dan menyenangkan bila berjumpa.
Sialnya, kita hidup dizaman kapitalisme yang mengajrkan lelaki dan wanita masa kini untuk memperhatikan fisik bukan isi, perhatikan badan bukan iman, kapitalisme sukses menjadikan matrealistis sebgai tujuan tertinggi. Maka hedonisme anak kandung kapitalisme sukses menjadikan lelaki hanya peduli nikmat sampai kulit, wajar... Bila kita melihat lelaki miskin tanggung jawab dan fakir komitmen, bila lelaki yang tidak lulus ujian tanggung jawab dan komitmen merekalah yang akhrnya masuk dalam jurusan pacaran, cinta disempitkan dalam arti kata pacaran terbatas pada rayuan palsu dan gandengan tangan, padahal pendamping yang soleh tiadapernah didapatkan dari proses pacaran. Karena kesalihan dan kebatilan jelas bertentangan, hak dan batil tidak akan pernah bertemu bagaikan patamorgana yang dijanjikan kemuliaan semu, bagaimana bisa lelaki yang sudah memahami pacaran itu perbuatan yang dilarang allah, memasa demgan berbagai alasan agar engkau berbagi dosa dengan dia, melawan allah.
Lalu yang seperti bisa menjadi panduan setelah menikah?? Sebelum halal saja ia sudah berani katakan sayang padamu jangan heran bila setelah ia menikah dia berani katakan itu pada wanita wanita yang lain, toh sama sama maksiat pada allah.
Jika sebelum akad saja ia sudah berani labuhkan tangannya pada tubuhmu, maka jangan heran bila setelah menikah ia mampu lakukan hal itu pada wanita yang lain, toh sama sama dosa pada allah. Yang tiada takut dosa sebelum menikah tentunya jangan harap ia takut dosa setelah menikah. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar